Hijauan menjadi bagian penting dalam ransum sapi, kambing, dan domba karena menyediakan serat untuk mendukung kerja sistem pencernaan. Namun, kualitas rumput yang kurang baik dapat membuat ternak sulit memenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga peternak perlu memperhatikan pemilihan bahan hingga cara pemberiannya.
Peningkatan kualitas hijauan tidak selalu membutuhkan teknologi rumit atau biaya besar. Peternak dapat memulainya melalui pemilihan tanaman, pengaturan waktu panen, penanganan setelah pemotongan, serta penyimpanan yang sesuai dengan kondisi bahan.
Tips Meningkatkan Kualitas Pakan Hijauan Ternak
1. Pilih Jenis Hijauan yang Sesuai
Gunakan tanaman pakan yang cocok dengan kondisi lahan, iklim, dan jenis ternak yang dipelihara. Rumput gajah, rumput odot, dan beberapa tanaman legum dapat menjadi pilihan karena menyediakan serat atau nutrisi pelengkap dalam ransum.
Jangan hanya mempertimbangkan banyaknya hasil panen ketika menentukan tanaman. Perhatikan pula palatabilitas, kandungan nutrisi, kemudahan budidaya, serta kemampuan tanaman tumbuh kembali setelah peternak memotongnya.
2. Atur Waktu Panen
Potong rumput ketika tanaman sudah cukup tumbuh, tetapi batangnya belum terlalu tua dan keras. Hijauan yang terlalu tua biasanya memiliki serat lebih sulit dicerna, sedangkan tanaman yang terlalu muda belum tentu menghasilkan bahan kering yang cukup.
Sesuaikan umur potong dengan jenis tanaman dan tujuan pemeliharaan ternak. Buat jadwal pemanenan bertahap agar peternak tetap memiliki persediaan hijauan tanpa menghabiskan seluruh tanaman dalam satu waktu.
3. Jaga Kebersihan Bahan
Pilih rumput yang segar, tidak berjamur, dan bebas dari sampah, tanah berlebihan, maupun bahan kimia berbahaya. Periksa area panen sebelum memotong agar peternak tidak membawa plastik, tali, atau benda asing ke tempat penyimpanan pakan.
Pisahkan bagian yang busuk, berlendir, atau berubah warna secara tidak wajar. Jangan mencampurkan bahan rusak dengan hijauan sehat karena tindakan tersebut dapat menurunkan mutu persediaan dan menyulitkan pemeriksaan.
4. Cacah Hijauan Sebelum Diberikan
Potong rumput menjadi ukuran yang sesuai agar peternak lebih mudah menakar dan mencampurkannya dengan bahan pakan lain. Ukuran cacahan yang seragam membantu mengurangi potongan panjang yang tersangkut atau tercecer di sekitar palungan.
Gunakan pisau tajam untuk jumlah kecil atau mesin pencacah ketika peternak mengolah bahan dalam volume besar. Pastikan alat selalu bersih dan sesuaikan ukuran potongan dengan jenis hijauan serta kebutuhan ternak, bukan menggilingnya sampai terlalu halus.
5. Padukan dengan Bahan Pakan Lain
Kombinasikan rumput dengan tanaman legum atau bahan pakan lain yang sesuai untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ternak. Peternak perlu memperhatikan protein, energi, mineral, dan serat agar ransum tidak hanya mengandalkan satu jenis hijauan.
Perkenalkan bahan baru secara bertahap dan amati perubahan konsumsi maupun kondisi ternak. Untuk menentukan takaran yang lebih tepat, gunakan panduan nutrisi atau mintalah bantuan tenaga teknis peternakan yang memahami kebutuhan hewan.
6. Simpan Hijauan dengan Tepat
Letakkan hijauan segar di tempat bersih, teduh, dan memiliki sirkulasi udara yang baik jika peternak tidak langsung memberikannya. Hindari menumpuk rumput yang masih sangat basah karena panas dan kelembapan dapat mempercepat kerusakan bahan.
Jika panen berlebih, peternak dapat mengawetkan sebagian hijauan melalui pembuatan silase dengan prosedur yang benar. Pelajari juga cara membuat silase rumput untuk kambing sebagai bacaan tambahan sebelum memilih metode pengawetan yang sesuai dengan bahan dan kebutuhan ternak.
7. Periksa Kualitas Sebelum Pemberian
Amati warna, aroma, tekstur, dan kondisi hijauan sebelum memasukkannya ke tempat pakan. Singkirkan bahan yang menunjukkan jamur, lendir, bau busuk, atau tanda kerusakan lain karena peternak tidak boleh mengambil risiko dengan pakan yang meragukan.
Sediakan air bersih dan tempat pakan yang tidak tercemar kotoran. Catat jumlah hijauan yang diberikan, sisa pakan, serta perubahan kondisi tubuh ternak agar peternak dapat mengevaluasi mutu ransum secara berkala.
Kesimpulan
Kualitas pakan hijauan dapat ditingkatkan melalui pemilihan tanaman yang sesuai, waktu panen tepat, kebersihan bahan, pencacahan, dan penyimpanan yang benar. Peternak juga perlu melengkapi hijauan dengan bahan lain serta memantau respons ternak agar ransum mendukung kebutuhan nutrisi secara seimbang.
