Ketika seseorang mengunjungi sebuah website, kecepatan tampilnya halaman memang penting. Namun, pengalaman pengguna tidak berhenti setelah halaman selesai dimuat. Pengunjung juga ingin tombol langsung merespons, menu dapat terbuka tanpa jeda, formulir bisa menerima input dengan cepat, dan berbagai elemen interaktif dapat mengikuti tindakan mereka dengan lancar.
Bayangkan ketika seseorang sudah menemukan produk yang ingin dibeli, lalu ia menekan tombol untuk memilih ukuran tetapi website membutuhkan waktu cukup lama untuk memberikan respons. Situasi seperti ini tentu dapat membuat pengguna merasa kurang nyaman. Bahkan, mereka bisa meninggalkan halaman sebelum menyelesaikan aktivitas.
Apa Itu Interaction to Next Paint?
Interaction to Next Paint atau INP mengukur responsivitas sebuah halaman terhadap interaksi pengguna. Metrik ini melihat waktu antara tindakan pengguna, seperti klik atau input, hingga browser menampilkan perubahan visual berikutnya.
Tips Tingkatkan Interaction to Next Paint
1. Kurangi JavaScript yang Tidak Perlu
JavaScript sering membantu website menghadirkan berbagai fitur interaktif. Namun, terlalu banyak JavaScript dapat membuat browser bekerja lebih berat. Ketika browser harus memproses banyak kode JavaScript, pekerjaan tersebut dapat menghambat respons terhadap interaksi pengguna.
2. Pecah Long Tasks
Selanjutnya, perhatikan long tasks. Long task terjadi ketika browser menjalankan pekerjaan JavaScript dalam waktu cukup lama sehingga thread utama tidak dapat segera menangani tugas lain. Misalnya, satu fungsi menjalankan banyak proses sekaligus setelah pengguna mengeklik tombol. Browser kemudian membutuhkan waktu lebih lama sebelum dapat memberikan respons visual.
3. Optimalkan Event Handler
Event handler mengatur respons website terhadap tindakan pengguna. Jika handler menjalankan terlalu banyak proses, interaksi dapat terasa lambat. Selain itu, hindari menjalankan proses yang sama berulang kali ketika pengguna melakukan banyak interaksi secara cepat. Dengan event handler yang lebih ringan, browser dapat memberikan respons visual dengan lebih cepat.
4. Gunakan Debounce dan Throttle
Website dengan fitur pencarian, filter, autocomplete, atau validasi formulir sering menjalankan fungsi setiap kali pengguna mengetik. Jika setiap input langsung memicu proses berat, browser dapat mengalami beban kerja tinggi. Oleh karena itu, gunakan debounce ketika Anda hanya perlu menjalankan fungsi setelah pengguna berhenti mengetik.
5. Kurangi DOM yang Terlalu Kompleks
Struktur Document Object Model atau DOM yang sangat besar dapat meningkatkan pekerjaan browser ketika halaman mengalami perubahan. Karena itu, evaluasi struktur HTML dan komponen yang Anda gunakan. Kurangi elemen yang tidak perlu dan hindari membuat struktur bertingkat secara berlebihan.
6. Tunda Script yang Tidak Penting
Selain itu, Anda dapat menunda pekerjaan yang tidak berkaitan langsung dengan interaksi awal pengguna. Contohnya mencakup script analitik tambahan, widget pihak ketiga, fitur chat, atau fungsi lain yang tidak perlu berjalan segera ketika pengguna membuka halaman.
7. Perhatikan Script Pihak Ketiga
Script dari layanan eksternal juga dapat memengaruhi responsivitas. Widget iklan, analytics, chatbot, social media embed, dan berbagai layanan lainnya dapat menambah pekerjaan JavaScript. Oleh karena itu, lakukan audit terhadap seluruh script pihak ketiga. Kemudian, pertahankan hanya layanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi website.
Cara Mengecek Nilai INP
Gunakan PageSpeed Insights
Setelah melakukan optimasi, periksa kembali performa website menggunakan PageSpeed Insights. Tool tersebut dapat memberikan data mengenai Core Web Vitals dan membantu Anda menemukan masalah performa.
Manfaatkan Chrome DevTools
Chrome DevTools juga dapat membantu Anda menemukan aktivitas JavaScript yang memakan waktu lama. Gunakan Performance panel untuk merekam aktivitas halaman ketika Anda melakukan interaksi tertentu.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Jangan hanya mengejar skor INP tanpa memperhatikan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Website tetap membutuhkan fungsi yang lengkap, navigasi yang jelas, dan tampilan yang nyaman. Selain itu, jangan melakukan optimasi secara membabi buta. Ukur masalah terlebih dahulu, kemudian perbaiki bagian yang memberikan dampak terbesar.
Selanjutnya, lakukan pengujian pada perangkat dengan kemampuan berbeda karena website yang terasa cepat pada komputer berperforma tinggi belum tentu memberikan pengalaman serupa pada perangkat lain.
Kesimpulan
Memahami tips tingkatkan Interaction to Next Paint membantu Anda membuat website yang lebih responsif ketika pengguna melakukan interaksi. Mulailah dengan mengurangi JavaScript yang tidak perlu, memecah long tasks, mengoptimalkan event handler, serta mengelola DOM secara lebih efisien.
Kemudian, gunakan debounce atau throttle pada fitur yang membutuhkan banyak input dan evaluasi script pihak ketiga secara berkala. Selain itu, manfaatkan PageSpeed Insights dan Chrome DevTools untuk menemukan sumber masalah secara lebih akurat.
Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan responsivitas website sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang lebih nyaman. Jika Anda ingin mengembangkan performa teknis dan strategi SEO website secara menyeluruh, jasa seo solo dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kebutuhan optimasi digital Anda.
Jurusann Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Mempunyai minat di bidang desain. Dapat menyesuaikan diri saya dengan orang baru, lingkungan baru, dan mudah berbaur dengan orang baru. Mampu bertanggung jawab serta mampu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Memiliki keinginan untuk terus berkembang dengan cara belajar hal-hal baru.
